Kota Antik Asia

TIDAK perlu mesin waktu untuk mengunjungi cantiknya kota-kota Asia di masa lalu. Anda bisa berkunjung ke kota lawas, tanpa kehilangan nuansa atiknya.

Di mana sajakah kota ini? Berikut adalah beberapa kota antik yang sarat sejarah di Asia, seperti dilansir oleh CNNGo, Selasa (22/11/2011).

Malaka, Malaysia

Kota Malaka ini telah mengalami tiga kali masa penjajahan, yaitu dengan Portugis pada tahun 1500an, Belanda tahun 1600an, dan Inggris tahun 1800an. Hal ini menyebabkan kota yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO ini memiliki arsitektur campuran ketiga negara penjajah tersebut, seperti benteng Portugis, Rumah Gubernur Belanda, Kuil Taoist, Gereja Gothic Prancis dan Masjid-masjid yang tersebar di kota ini. Keantikan masa lalu tetap terjaga dengan baik di kota ini.

Pusat Sejarah Makau, China

Makau memang terkenal sebagai kota judi Asia, namun kota ini juga memiliki sentuhan sejarah yang tak lekang waktu. Mulai dari pertengahan abad ke-16 hingga tahun 1999, Makau berada dibawah pemerintahan Portugis, karena itulah hingga kini arsitektur campuran Portugis-China masih banyak ditemui di kota ini. Pusat Sejarah Makau adalah area kota yang masuk dalam Situs Warisan Budaya UNESCO pada tahun 2005 yang berisi lebih dari 20 bangunan seperti banyak gereja, taman, dan kuil-kuil.

Kota Tua Lijiang, China

Lijiang dahulunya merupakan kota perdagangan yang sibuk. Kota ini merupakan ‘kota-air’ dengan banyak jembatan yang melintasinya. kini, Kota ini kerap ramai dikunjungi wisatawan, karena pesona lentera di pinggir jembatannya pada malam hari, membawa suasana kembali ke ribuan tahun lalu saat kota ini masih menjadi kota perdagangan yang sibuk.

Luang Prabang, Laos

Tidak susah membayangkan napak tilas ke ratusan tahun lalu di kota Antik Luang Prabang ini. Hal ini dikarenakan banyaknya pagoda dan biara-biara di seluruh kota. Dilengkapi dengan tur menyusuri Gua Pak Ou yang memiliki patung-patung Buddha dengan berbagai macam bentuk di dalam gua tersebut. Selain itu, di kota ini kerap diadakan upacara keagamaan oleh para biarawan.

Nara, Jepang

Dulunya, pada tahun 700an, Nara merupakan ibukota Jepang. Kota antik ini terkesan sangat tenang dan damai, berebda dengan kota antik Jepang lainnya yaitu Kyoto. Nara memiliki arsitektur kota yang sama seperti kota Chang’an di China, dengan kuil-kuil dan taman. Di kota Nara, rusa-rusa berkeliaran bebas di jalan tanpa rasa takut terhadap manusia.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: