Few Clouds, 28°C

Jl. H. Samanhudi No.61

Hari ini bereksperimen di dapur lagi. Kali ini temanya Korean Food. Yup…dua hari lalu baru nemu resep Japchae dan Sigeumchi Namul, so mumpung bahan2nya ada mari kita praktekkan😊

Pertama, aku buat Sigeumchi Namul dulu yg gampang dan cepat😜. Apa itu Sigeumchi Namul? Adalah sayur bayam versi Korea. Bukan berupa sop, melainkan seperti capcay kering. Bumbunya juga simple, cuma kecap ikan/kecap asin + minyak wijen + olive oil + taburan wijen yg sudah disangrai sebagai finishing. Proses pembuatan kurleb 15 menit saja.

Kedua,lanjut buat japchae. Nah…ini dia yg lumayan ribet coz menurut resep contekan banyak tahapan2 memasaknya. Bahan2nya terdiri dari mie Korea atau bisa diganti soun (karena stok di rumah adanya bihun jagung,ya pake itu aja deh hehehe…), wortel, paprika, bawang bombay, jamur shitake, beef slices, bayam, dan wijen sangrai. Nah berhubung sama2 pakai bayam, jadilah hasil masakan Sigeumchi Namul tadi dipake utk Japchae ini, tokh bumbu yg dipakai sama juga kok. Proses pembuatan Japchae ini kurleb 100 menit dah. Fiuhhh…. lelah sangat, tapi hasilnya memuaskan kok😄 Yaaa…udh lumayan dpt deh rasa Koreanya walaupun baru percobaan pertama. Mau liat penampakkannya?Ada kok fotonya. Semoga bikin ngiler yaaaa….

Malemnya lanjut lat choir SOC. Walaupun badan pegel2 gegara kelamaan di dapur, tapi entah kenapa kalo mau lat choir bawaannya tetep excited hehehe… Trus ya pas latihan choir lagunya melengking2, sampe lapar lg aku wkwkwk… Padahal sblm pergi makan dulu loh japchae buatan sendiri seporsi. Latihan ini melaparkanku halah… Tapi hati happy coz bisa ketawa ketiwi sama temen2 choir, saling ngebully melepas stres. Itulah nikmatnya berkumpul yg sehobi.

Powered by Journey.

The Croods Movie

The Croods

Finally I’ve already watched this movie at XXI last weekend, and i’m satisfy with that movie.

The Story Synopsis:

In the era known as Croodacious, living beings (mortal) and the earth as we know it. Nature was still experimenting and the flora and fauna not found. One day, an earthquake shook the earth and a caveman named Grug (Nicolas Cage) and his family were forced to leave everything behind to make a new home

Everything went from bad to worse when Grug and his family met a hobo named Guy (Ryan Reynolds) and his daughter (Emma Stone) where the nomads are searching ‘future’ as opposed to custom Grug in the tradition of ‘the past’.

It’s a funny cartoon movie at all, but besides that, the movie has so many lessons of life which implied in the story line. Initially, The Croods family has a conservative life. But, because of nature urgency situation and conditions, they must out of the habit of living to survive. But, The Father (Grug) who has a narrow-mind still want to survive in their cave coz he still believe myths of their ancestors and very worried about changes in life. While The Eldest Daughter (Eep) has the 360 degrees opposite mindset from her Father (Grug).

Lessons of life that I got are: don’t ever be afraid to try something new for better life, don’t be afraid to change, and always have fresh ideas for a better life.

Pembuatan Visa Schengen

Liburan ke Eropa, jangan lupa membawa Visa Schengen. Inilah ‘benda sakti’ yang memudahkan Anda untuk bertualang ke 20 lebih negara di Eropa, seperti Perancis, Jerman, dan masih banyak lagi. Yuk, kenali cara membuat Visa Schengen!

Eropa memiliki banyak destinasi di tiap negaranya. Asyiknya, letak tiap negara di Eropa cukup berdekatan. Sehingga Anda bisa mengirit waktu untuk jalan-jalan ke banyak tempat. Tapi sebelum itu, siapkan dulu Visa Schengen.

Visa ini adalah hasil dari Perjanjian Schengen yang dilakukan negara-negara Uni Eropa di Schengen, suatu kota di Luxemburg pada tahun 1985. Salah satu isinya adalah menghapus pengawasan perbatasan di antara negara-negara Uni Eropa dan mencakup berbagai aturan kebijakan bersama untuk izin masuk jangka pendek.

Dilansir dari situs Visa Schengen, Kamis (4/4/2013), Visa Schengen adalah visa khusus yang dapat dimiliki traveler untuk menjelajahi negara Uni Eropa. Tercatat, ada 25 negara (22 negara Uni Eropa dan 3 non-Uni Eropa) yang bisa Anda jelajahi lebih praktis dengan visa ini.

Itu artinya, Anda tidak perlu repot-repot untuk membuat visa jika ingin pindah negara atau rumit di jalur imigrasi. Visa ini memudahkan segalanya!

25 Negara yang dapat Anda jelajahi dengan Visa Schengen adalah Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Visa ini berlaku bagi orang-orang yang ingin traveling atau berbisnis di Eropa. Batas waktu paling lama menggunakan Visa Schengen adalah 90 hari dalam jangka waktu 6 bulan.

Anda bisa menghubungi Kedutaan Besar tiap negara Uni Eropa yang ada di Jakarta untuk membuat Visa Schengen. Kedubes Hungaria, Swiss, Belanda dan Yunani ada di Jl HR Rasuna Said. Kedubes Italia di Jl Diponegoro, Kedubes Perancis dan Jerman di Jl MH Thamrin, dan lain-lain. Pembuatan Visa Schengen harus dilakukan di negara yang menjadi tujuan utama Anda pertama kali atau negara yang ditempati lebih lama.

Dari situs Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta, Anda bisa mengajukan permohonan visa Schengen dengan tujuan utama Belanda, Belgia atau Luksemburg di kedutaan ini. Untuk info lebih lanjut, Anda bisa membuka situs resminya di indonesia-in.nlembassy.org.

Selain itu, beberapa situs Kedutaan Besar lainnya juga dapat Anda buka, seperti Kedutaan Besar Jerman di http://www.jakarta.diplo.de, Kedutaan Besar Perancis di http://www.ambafrance-id.org, atau Kedutaan Besar Swiss di http://www.eda.admin.ch. Di tiap situsnya, Anda bisa melihat bagaimana pembuatan visa Schagen dan membuat janji via online untuk pembuatan visa tersebut.

Di tiap situs kedutaan besar tersebut, Anda dapat mengetahui syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan untuk membuat Visa Schengen. Biasanya, dokumen yang dibutuhkan adalah akte lahir, kartu keluarga, surat nikah, paspor dan dua lembar pasfoto ukuran 3,5 x 4,5 dengan latar belakang putih. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat Visa Schengen ini sekitar 60 Euro atau sekitar Rp 760.000.

Dilansir dari situs resmi Kedutaan Besar Jerman Jakarta, bagi traveler yang ingin membuat Visa Schegen rupanya harus mencantumkan kecukupan dana bagi pemenuhan biaya hidup. Baik itu selama jangka waktu kunjungan dan untuk perjalanan pulang ke negara asal atau untuk transit ke negara ketiga yang mana telah dijaminkan izinnya, atau bukti booking tiket pesawat dan reservasi hotel.

Berkas bukti yang biasanya diminta adalah buku tabungan yang memperlihatkan pergerakan saldo rekening pada suatu waktu tertentu (paling tidak 3 bulan), kartu kredit, lembaran penerimaan gaji, atau surat keterangan pekerjaan.

Asyiknya, sekarang Visa Schengen akan selesai dalam 3 hari kerja. Ayo, Siapkan segala persyaratan untuk membuat Visa Schagen dan bersiaplah untuk menaklukan Eropa!

Hal yang Tak Boleh Dilakukan di Dubai (Tourism Rules in Dubai)

Setiap negara memiliki norma sendiri dan semua orang termasuk wisatawan harus menaatinya. Ada beberapa aturan kesopanan yang harus diketahui saat liburan di Dubai, Uni Emirat Arab. Apa saja?

Sebagai negara yang menganut sistem hukum Islam, Dubai memiliki peraturan yang ketat di beberapa bagian. Seperti contoh, wisatawan tidak boleh menunjukkan romantisme di depan umum. Jangankan berciuman, berpegangan tangan di depan umum pun sudah dilarang.

Tahun 2010 silam, sepasang turis asal Inggris pernah ditahan selama sebulan karena berciuman di tempat umum, demikian ditengok dari The Sidney Morning Herald, Rabu (27/3/2013). Memang, peraturan yang berlaku di sana adalah tidak boleh memamerkan romantisme di depan umum, termasuk berpegangan tangan atau berciuman.

Berikut sejumlah aturan dari Dubai Department of Tourism and Commerce Marketing:

Anda dibolehkan mengkonsumsi alkohol jika sudah berumur 21 tahun ke atas. Namun, minum di area umum atau mabuk di tempat umum sama sekali tidak diperbolehkan.

Peraturan lainnya, mengumpat, meludah, bertindak agresif dan merokok di luar area yang diizinkan adalah tindakan yang melanggar hukum. Para pria lazimnya saling menjabat tangan kala bertemu, meski para wanita diminta tidak menyodorkan tangannya ke lawan jenis.

Bagi para pria, berhati-hatilah saat melihat wanita Arab. Karena peraturan yang berlaku, pria harus menghindari tatap-tatapan dengan penduduk lokal wanita. Ini juga berlaku untuk sekadar menatap, daripada terkena masalah, lebih baik hindari memandang wanita Arab.

Tidak begitu jauh berbeda dengan Indonesia, saat bulan Ramadan, makan dan minum di tempat umum juga tidak diperbolehkan. Para turis yang non Muslim bisa makan dan minum di area yang tidak terlihat banyak orang seperti di hotel atau restoran yang tertutup.

Saat berlibur ke negara di Timur, termasuk ke Dubai, turis wanita harap mengenakan pakaian yang sopan. Mengenakan atasan yang terbuka atau bawahan yang terlalu pendek di tempat umum itu tidak dianjurkan. Memakai pakaian renang atau bikini boleh saja selama di kolam renang atau area pantai. Selain di sana, memakai pakaian minim tidak diperbolehkan.

Peraturan terakhir adalah, para turis pria harus selalu mengenakan pakaian atau kaus. Pria sama sekali tidak boleh bertelanjang dada atau akan terkena masalah jika melanggar peraturan tersebut.

Sumber: detik.com

Surprise Surprise…..

Hari ini sudah hari kesekian setelah hampir 2 minggu ini merasa mual dan sakit saat dibonceng suami naik motor pergi & pulang kerja. Apalagi pas banyak jalan rusak / berlubang yang menyebabkan goncangan cukup keras, terasa sakit perut ini. Asam lambung juga sering naik.

Eh pas hari ini aku inget2 ternyata belum kedatangan “tamu bulanan” juga nih, padahal udah telat 1 minggu. Ga biasanya. Akhirnya suami inisiatif beli testpack kehamilan, sampe 2 merek hihihhi…. Trus besok subuhnya pas kencing pertama langsung dites dan hasilnya jreng…jreng…… POSITIF HAMIL. 

Ekspresi suami pertama kali tahu aku hamil langsung ketawa kegirangan, sementara aku antara bingung, sedih, dan senang jiaaahhhh…. Bingung karena baru pertama kali ngerasain hamil, gak tau harus konsul ke dokter mana yang bagus, RS mana yg bagus dan murah, harus pantang makanan & minuman apa saja. Sedih karena mulai sekarang sampai kira2 dua sampai tiga tahun kedepan susah atau bahkan tidak bisa melaksanakan trip to everywhere 😦   Seneng karena akhirnya sukses juga bisa hamil cepat memenuhi permintaan mertua yang udah sibuk nanyain kapan hamilnya ^_^

Step pertama setelah melakukan testpack, cari referensi dokter kandungan bagus + RS yg mendukung dengan biaya terjangkau. Browsing sana-sini, tanya temen2, akhirnya diputuskan untuk periksa ke dr. Surahman,Spog di RSIA Tambak, Manggarai, Jakarta. Dokternya cowok, sudah umur 40-an lebih. Dokter lulusan S2 UI juga. Harusnya sih okelah ya…. Ternyata pas periksa, aku sudah hamil 5 minggu horeee…. Dokternya ramah en santai banget. Malah sok gaul gitu gaya bicaranya wkwkwkwk… Cuma yang bikin kaget adalah nih dokter ga ribet kasih pantangan makanan apapun, trus ga suruh minum susu, especially susu khusus ibu hamil ga disinggung-singgung. Sepertinya harus kita yang aktif tanya soal macem2 ke si dokter, baru deh dia jelasin panjang lebar hadew….

Aku mau banget melahirkan normal tapi dengan waterbirth karena menurut banyak orang dan dokter ahli metode waterbirth jauh lebih tidak sakit dibanding bila melahirkan normal biasa. Nah, masalahnya di RSIA Tambak ini kan ga ada perlengkapan untuk waterbirth. Jadi bingung lagi deh nantinya gimana. Hadoh….

Awal-awal masa kehamilan muda ini rasanya serba ga enak. Kadang asam lambung naik sampai berasa kembungggg banget. Apalagi kalau ditambah rasa mual dan eneg yang membuat ga napsu makan dan minum, ga napsu ngapa-ngapain juga. Untungnya aku termasuk yang jarang mual dan eneg, tapi sekalinya mual dan eneg lumayan parah juga ya rasanya. Untungnya lagi ga sampe muntah ya bo….

Cuma suamiku jadi over protected terhadap asupan makanan dan giziku setelah cek dari dokter. Hadoh…. Serasa punya polisi pribadi tiap kali mau makan dan minum sesuatu. Yang pasti harus pantang makanan mentah, bakar/panggang, pedas, asam, mayonaise, jajanan pinggir jalan, tidak boleh terlalu asin dan manis makanannya supaya kaki gak bengkak dan ga janin ga diabetes.

Maskapai Murah dengan Makanan Paling Lezat di Eropa

Maskapai murah, bukan berarti makanannya murahan. Beberapa maskapai bujet di Eropa punya makanan paling lezat di kelasnya. Beberapa maskapai bahkan menyuguhkan menu berbeda, mulai dari sarapan sampai makan malam.

Situs booking Skyscanner pernah melakukan survei, maskapai-maskapai bujet Eropa apa saja yang punya makanan lezat. Skyscanner melibatkan 550 traveler dan blogger untuk studi kualitas makanan di beberapa maskapai bujet. Makanan di pesawat budget tentu saja didapatkan dengan biaya tambahan, namun terkadang memang cukup istimewa dalam rasanya.

Dalam survei berbeda, 54% dari 1.500 wisatawan yang pergi lintas negara merasa puas dengan makanan di pesawat. Sekitar 75% responden mengungkapkan, kualitas makanan di pesawat juga bertambah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Faktanya, makanan pesawat memang sangat menggiurkan sampai 43% responden langsung ‘ngiler’ saat melihat makanan orang di sebelahnya!

Dari situs Skyscanner yang dikutip detikTravel, Jumat (22/2/2013), berikut 5 maskapai bujet Eropa yang menyuguhkan makanan terlezat:

1. Pegasus

Pegasus adalah maskapai bujet asal Turki yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun. Dari situs resminya, Pegasus mengaku maskapainya adalah yang paling tepat waktu di Turki. Pegasus beroperasi ke lebih dari 85 destinasi, ditambah codeshare dengan Air Berlin, Azerbaijan Airlines dan IZair.

Soal makanan di pesawat, bisa dibilang Pegasus memanjakan penumpangnya. Setidaknya 36 jam sebelum keberangkatan, traveler bisa memesan makanan sesuai selera untuk dinikmati di pesawat. Dari sarapan sampai makan malam, semuanya tersedia.

Ada Classic Breakfast yang terdiri dari croissant, 2 lembar daging ham, keju, dan buah segar. Ada juga Fruit Breakfast, Fruit & Chocolate lengkap dengan cokelat cair yang nikmat, juga Kids Menu untuk anak-anak.

Pegasus juga menyuguhkan beragam pilihan salad porsi besar mulai dari Sezar Salatasi, Mozarella Salad, sampai Salmon Salad. Untuk makan siang dan malam tersedia Roast Chicken Leg, Grill Beef Fillet, Mushroom Ravioli, juga Prawns & Tom Sauce.

2. Flybe

Flybe adalah maskapai asal Inggris berbasis di Southampton Airport. Maskapai ini mengoperasikan 180 rute di 65 bandara di seluruh Eropa. Terakhir, maskapai ini melakukan codeshare dengan Air France sehingga menjangkau lebih banyak destinasi.

Pada 2009 maskapai ini meraih penghargaan Air Transport World Regional Airline of the Year 2009 yang dianugerahkan di Washington DC. Dalam hal makanan, Flybe menyuguhkan beragam menu menggugah selera seperti sandwich, makanan ringan, dan beragam pilihan minuman panas maupun dingin dengan harga yang terjangkau.

3. Monarch

Sama seperti Flybe, maskapai Monarch juga berbasis di Inggris. Maskapai ini terkenal di kalangan traveler karena punya rute ke berbagai destinasi eksotis seperti Mediterania, Kepulauan Canary, Cyprus, Mesir, Yunani, dan Turki. Monarch juga punya pesawat pribadi yang bisa disewa ke berbagai destinasi di Eropa, AS, Karibia, Afrika dan India.

Pada 2008 maskapai ini menerima penghargaan Best Charter Airline oleh Telegraph Travel Awards. Di tahun yang sama, Monarch juga dianugerahi penghargaan Best Leisure Airline oleh British Travel Awards.

Traveler bisa memesan makanan 24 jam sebelum keberangkatan dengan tambahan biaya tentu saja. Beragam menu menggugah selera pun ditawarkan. Untuk sarapan misalnya, ada Traditional English Breakfast yang terdiri dari sosis, daging bacon, telur orak-arik, jamur kancing, dan kacang rebus. Ditambah jus jeruk, yogurt stroberi, buah-buahan segar, dan pilihan teh atau kopi.

Selain itu ada pula Vegetarian Breakfast yang tentunya lebih sehat, lengkap dengan yogurt tanpa lemak. Menu sarapan tersedia dalam penerbangan antara pukul 01.00 pagi sampai pukul 10.59 waktu setempat.

Makan siang tersedia untuk penerbangan jarak jauh, antara pukul 11.00 sampai 15.59 waktu setempat. Sedangkan makan malam tersedia mulai pukul 16.00 sampai 00.59 waktu setempat. Monarch punya menu yang sama untuk makan siang dan makan malam. Ada Regular Lunch Option, Vegetarian Lunch Option, dan Children’s Lunch Option. Menu makan siang untuk anak-anak lengkap dengan Double Chocolate Mousse atau Sticky Toffee Pudding sebagai makanan penutupnya. Nyam!

Sama seperti makan siang, ada beberapa menu untuk makan malam yakni Regular Dinner Option, Vegetarian Dinner Option, dan Children’s Dinner Option. Tak hanya itu, traveler juga bisa memilhi sandwich dan panini lezat dengan harga mulai dari 4 Euro (Rp 51.000).

4. easyJet

easyJet adalah maskapai asal Inggris yang berbasis di Bandara Gatwick, London. Ini adalah maskapai bujet terbesar se-Britania Raya selain Ryanair. easyJet punya 600 rute dan beroperasi ke lebih dari 30 negara. Bersama easyJet Switzerland, maskapai ini sekarang punya lebih dari 200 armada, didominasi Airbus A319.

Traveler bisa memilih beragam makanan di pesawat easyJet. Untuk makanan ringan ada Chocolate Brownie, Muffins, Mrs Crimble Giant Choco Macaroon, Two Toffee Waffle, juga Belgian Almond Thins. Harganya mulai dari 1,2-1,8 Euro (Rp 15-23 ribu).

Mau makanan yang lebih berat, ada 4 set menu yang bisa dipilih sesuai selera. Menu 1 misalnya, seharga 6,5 Euro (Rp 85.000) untuk segelas minuman panas dan sandwich porsi besar. Anda akan mendapat 1 bar cokelat Twix gratis.

5. Vueling

Vueling adalah maskapai bujet yang berbasis di Spanyol. Hub terbesarnya adalah di Bandara El Prat, Barcelona. Maskapai ini punya rute ke lebih dari 90 destinasi di Afrika, Asia, dan tentunya Eropa.

Soal makanan di pesawat, Vueling tak kalah dengan maskapai-maskapai sebelumnya. Traveler bisa memilih antara Sandwich Box berisi Firenze Sandwich atau Snack Box yang berisi Stockholm Wrap. Di dalamnya ada Ada juga aneka minuman panas seperti kopi dan teh, juga minuman dingin seperti bir.

Traveler yang doyan ‘ngemil’ bisa memesan Vueling Box. Isinya beragam camilan mulai dari biskuit, crackers, kacang, cokelat, juga roti dan selai. Vueling juga menyuguhkan Moscow Potato Salad, Chicken Soup dan Creamy Vegetable Soup.

Padang Bukittinggi Trip

Ciek…Duo…Tigo……

Kampuang nan jauh di mato….

Day 1: Jakarta – Padang

Sore ini kami ber-4 (aku, suami, nyokap, dan tante Nelly), take-off ke Padang menggunakan pesawat Citilink. Setelah melewati perjalanan 1,5 jam, akhirnya kami touch down di Bandara Internasional Minangkabau. Kami tiba di Padang saat matahari mulai terbenam, sunsetnya indah loh di bandara situ.

Pengalaman pertama nih memakai jasa penerbangan Citilink (anak usaha Garuda Indonesia), komentarnya: tempat duduk lebih nyaman daripada Lion Air & AirAsia, tapi suara mesin pesawat / AC saat mau take-off dan beberapa saat setelah take-off terdengar bising dan kasar seperti mesin mobil solar. Dan yang paling gres adalah ketika pilot melakukan penurunan ketinggian yang sangat drastis saat mau landing, sehingga berasa kayak lagi main halilintar/jetcoaster gitu -___- plus….disaat sudah landing pun sang pilot melakukan pengereman mendadak karena bengong kali ya…ga nyangka landasan lurusnya udah habis dan harus berbelok ke kanan pesawatnya. Mantab yaaaa…. #gubrak

Beres ambil bagasi pesawat, kita sempet bingung mau naik taksi resmi dimana, kok di dalam bandara kosong gak ada counter taksi ya? Ternyata taksi bandara yang resmi, bus DAMRI (resmi, tapi sistemnya nge-tem), & taksi gelap pada mangkal di area luar bandara dekat pintu kedatangan (arrival gate). Langsung aja pilih taksi bandara yang kata bokap ada list harga sewanya berdasar jarak rute kita. Ternyataaa….harganya mahal2 banget, dimulai dari harga IDR 90rb. Kok lebih mahal daripada taksi Bali ya sepertinya? Dan karena rute kami adalah ke “The Sriwijaya Hotel” di JL.Veteran No.26, maka biayanya adalah IDR 102.500 #gubrak. Padahal pas tanya sopir taksinya soal bus DAMRI, ternyata rutenya melewati JL.Veteran dan biaya per orangnya  hanya IDR 18rb ajah. Kalo pergi sendiri atau berdua sih prefer naik DAMRI ya.

Sekarang bahas soal Hotel Sriwijaya. Hotelnya kayak rumah besar bertingkat tiga, homey deh. Luas kamar juga lumayan, kecil sih, tapi tidak terlalu kecil untuk berdua. Hotel ini bernuansa Islami juga, di setiap kamar tersedia sajadah dan ada petunjuk arah Kiblat. Dengan harga kamar per malam mulai dari IDR 325rb, hotel ini termasuk budget hotel yang nyaman menurut aku. Ohya, dalam setiap kamar tamu akan mendapat mineral water 600ml 2 botol/malam + bath things. Nah sekarang soal breakfast-nya, pilihan menu terbatas karena hotel kecil. Cuma ada roti, bubur kacang ijo, telur dadar gulung, kue, buah, dan gado-gado khas Padang. Untuk menu minuman ada air mineral, teh, dan kopi. Rasanya? Lumayanlah untuk makanan ala hotel versi Padang.

Oh iyaaaa… hari pertama ini setelah check-in hotel, kegiatan kami selanjutnya adalah cari makan & ke mini market terdekat. Dinner malam ini adalah pecel lele LELA jiahhhh…. jauh2 ke Padang makannya disitu juga hhehehehe…. naklum bawa ib2 dua orang, jadi agak susah diajak makan makanan lokal sembarang.

Day 2: Padang – Bukittinggi

Perjalanan dimulai dari The Sriwijaya Hotel dengan menyewa mobil Avanza sampai hari Minggu (hari kepulangan) dengan harga sewa IDR 350rb/hari. Tujuan pertama adalah tempat oleh2 Keripik Nan Saliro (keripik singkong sanjay yang terkenal di Padang), terletak di JL.Niaga. Tujuan kedua adalah tempat oleh2 Dendeng Lambok “Dendeng DD” yang berlokasi di JL.Kali Kecil No.31 (tdk jauh dari Nan Saliro), tokonya model rumahan jadoel gitu.

Next destination adalah Pantai Air Manis (Pantai Aie Manih), dimana kita dapat melihat Batu Malin Kundang. Masuk ke pantainya bayar retribusi IDR 5rb/orang, IDR 5rb/mobil, dan IDR 2rb/motor. Pulangnya mampir foto2 di Jembatan Siti Nurbaya. Tapi kami tidak lanjut ke makam Siti Nurbaya karena harus hiking lagi dan butuh waktu sekitar 3 jam untuk mencapai makamnya.

Lunch time tiba, kami mampir ke Lapau Pondok Nelayan untuk makan bersama sopirnya juga. Menu khas di Lapau adalah ikan bakar dan seafood, lokasinya di pinggir Pantai Padang. Di sepanjang pinggir Pantai Padang situ banyak berjejer restoran/lapau sejenis (mirip area Jimbaran,Bali). Untuk rasa lumayan enak dan berasa bumbunya. Harga lumayan murah menurutku karena makan ber-5 habis +/- IDR 240rb, dengan menu ikan bakar-cumi goreng tepung-udang goreng tepung-udang saos tiram-nasi putih.

Perjalanan lanjut menuju Bukittinggi. Di tengah jalan kami melewati Lembah Anai yang terkenal dengan Air Terjun-nya. Mampir sebentar foto2 dan beli souvenir khas Padang. Akhirnya, setelah 4 jam perjalanan, sampailah kami di Bukittinggi dan langsung menuju Hotel The Hills Bukittinggi untuk check-in. Sewa mobil hari ini berakhir di Hotel The Hills, berhubung sudah capek dan terlalu sore untuk jalan2 lagi. Alhasil, sore ke malamnya kami ber-4 jalan2 disekitar hotel saja berkunjung ke rumah saudara yang tidak jauh lokasinya dari hotel & cari dinner.

Cerita mengenai Hotel The Hills Bukittinggi, yang dahulu terkenal sebagai Hotel Novotel Bukittinggi. Tapi setelah 15 tahun beroperasi, Hotel Novotel kemmudian tidak meneruskan operasional hotelnya lagi. Padahal waktu sewa lahannya masih 15 tahun lagi, maka diambil alih lahan hotel ini oleh pengusaha Arifin Panigoro, dan digantilah nama hotelnya menjadi Hotel The Hills. Bangunan hotelnya tidak ada yang diubah dari hotel sebelumnya. Gaya bangunan ala Timur Tengah berlantai 4 ini terlihat unik dan khas, tapi sayang karena tidak/belum direnovasi, maka terlihatlah cat-cat tembok bagian luar yang sudah mengelupas dan memudar warnanya. Untuk kamarnya sendiri bagus, lumayan luas, dan terlihat mewah, tapi sayangnya kamar mandi agak bau pesing padahal terlihat bersih. Dan satu lagi, di kamar aku dan suami kok suka muncul beberapa coro (kecoa kecil) yang ternyata keluar dari lubang kecil di bagian tembok bawah kamar yang tidak direnovasi. Hadoh…. Untuk breakfast lumayan komplit, dimana ada pilihan menu: internasional, nasional, dan khas daerah. Mengenai rasa, not bad, tapi nothing very special. Standar menu hotel bintang 4 ajah.

Ada 2 hal yang membuat saya ilfil dengan hotel ini, yaitu salah seorang waitress menyenggol kursi di meja kami sehingga tripod yang ada di kursi tersebut terjatuh. Waitress tersebut tahu dan sadar sudah menyenggol kursi dan menjatuhkan tripod saya, tapi dia hanya menengok sekilas dan pergi berlalu dengan muka datar tanpa rasa bersalah, apalagi mengambil kembali tripod yang jatuh. Padahal saya saat kejadian itu duduk di kursi sebelahnya melihat semua kejadiannya. What the hell with her, with the attitude and service manner?! Pelayanan hotel bintang 4 macam apa itu? Bagaimana kalian memberi training karyawan?! Hal lain yang membuat saya ilfil adalah pada saat breakfast saya mengambil menu sayur capcay. Ternyata pada saat mulai makan capcay tersebut, saya melihat ada ulat kecil di capcay tersebut yang sudah mati termasak yaiks…. napsu makan langsung hilang seketika. Kualitas kebersihan kurang banget.

Day 3: Bukittinggi

Hari ini saatnya full wisata Bukittinggi. Tapi sebelumnya mampir dulu ke Taman Makam Pahlawan Bukittinggi (TMP Kusuma Bhakti) untuk ziarah ke makam kakak tertua nyokap & Tante Nelly. Setelah itu, mulai wisata ke Ngarai Sihanok dan Goa Jepang. Ternyata Ngarai Sihanok punya wisata baru, yaitu: “The Great Wall of Kota Padang” atau disebut juga “Janjang Koto Gadang” yang diresmikan oleh Menkominfo Tiffatul Sembiring pada 27 Januari 2013. Nah, pintu masuk “Janjang Koto Gadang” ini belum tahu darimana, tapi sepertinya jauh. Lanjut ke Goa Jepang kami hanya mampir di depan pintu masuknya saja karena butuh waktu tempuh +/-1jam pergi-pulang untuk menyusurinya & sebaiknya memakai jasa pemandu resmi seharga IDR 50rb/pemandu. Oh iya, disekitar Ngarai Sihanok View ini kita akan menemukan sekumpulan monyet/kera. Tapi jangan takut karena sejauh pengamatan saya di lokasi, kera2 tersebut jauh lebih jinak dibanding kera2 di Bali (Pura Uluwatu khususnya). Tidak ada satupun kera yang merampas barang2 milik pengunjung.

Next, menuju ke Benteng Fort de Kock dan Kebun Binatang Bukittinggi yang ternyata masih satu komplek dan satu pintu masuk yang dihubungkan oleh jembatan gantung. Tiket masuknya IDR 5rb/orang. Komen kami saat melihat Benteng tersebut adalah kecewa berat karena ternyata tidak sesuai imajinasi kami. Hanya menara tempat menyimpan air saja yang sudah buluk & kurang terawat. Karena disekeliling menara tersebut ada beberapa meriam, muungkin jadi dianggap seperti benteng kali ya hehehe….

Tanpa lama2 di Benteng, kami langsung menuju jembatan gantung untuk menyeberang ke Kebun Binatang (bonbin). Bonbinnya sendiri juga terlihat kurang terawat & jumlah hewannya pun tidak banyak baik kuantitasnya maupun jenisnya. Kasihan juga melihat hewan2 disitu makan rumput2 layu. Ada juga yang kesepian karena tinggal sendirian di kandang. Tapi ada yang menarik perhatian kami, yaitu ada bangunan rumah adat Padang utuh yang dijadikan sebagai museum juga di suatu sudut di area bonbin. Puas foto2 di depan rumah adat, kami balik ke mobil langsung tancap gas ke Resto Simpang Raya di dekat Jam Gadang buat lunch. Sesampainya di resto, ternyata penuh yang makan. Jadi sempat nunggu sejenak.

Oh iya lupa, sebelum wisata Bukittinggi dengan mobil dimulai, kami ber-4 jalan kaki ke Jam Gadang pagi2 sebelum breakfast di hotel. Sekitar setengah jam berfoto ria dengan Jam Gadang, berjalan sedikit menjauh kita dapat melihat Gunung Singgalang & view Kota Bukittinggi dari atas.

After lunch, kami balik ke hotel, take a break sejenak, taruh barang2 & oleh2 di hotel, and then minta dianter pak supir ke Pasar Bawah buat jalan2 dan beli souvenir. Sebenarnya letak Pasar Bawah itu berdekatan dengan Jam Gadang, yang artinya dekat hotel juga. Tapi berhubung sayang karena sewa mobilnya masih sisa beberapa jam hari ini, jadi dimanfaatkan saja hehehe…. Jalan2 di Pasar Bawah sekitar 1 jam. Aku gak bisa ikutan ke Pasar Bawah karena tepar sakit flu dan demam. Sekedar info, ada 2 pasar yang terkenal, yaitu Pasar Atas dan Pasar Bawah. Yang mencari dendeng batokok (dendeng kering garing) akan sulit menemukan di Pasar Bawah karena lebih banyak menjual souvenir kaos, sandal kulit, gantungan kunci, dll. Pasar Atas kurang tahu jualannya apa saja, tapi katanya banyak nasi kapau disana. Cuma yang perlu diperhatikan saat jalan2 di Pasar Atas & Pasar Bawah kita wajib jaga semua barang berharga yang dibawa karena banyak copet yang suka main silet tas nyopet. Yang parahnya lagi copet disitu biasanya wanita ckckck….

Setelah melepas lelah dan mandi sore, kami ber-4 bersiap cari makan malam disekitar luar hotel. Eh ternyata hujan lumayan deras, akhirnya nyokap memutuskan kami order menu dinner di kamar hotel saja. Untuk harga makanannya mulai dari IDR 20rb sampai IDR 150rb. Untuk rasa, yah…lumayan deh nilai 7 dari 10 untuk menu nasi rames & nasi rendangnya. Tapi kwetiauw gorengnya agak hambar.

Day 4: Bukittinggi – Jakarta

Huaaaa….ga terasa sudah hari ke-4 alias hari terakhir tirp to Padang-Bukittinggi. Setelah sarapan, beberes, dan jalan2 sebentar menikmati suasana hotel, kami check-out dan menuju ke Danau Singkarak. Pemandangan indah menyambut kami begitu memasuki area wisata Danau Singkarak. Danau air tawar berair jernih ini begitu memikat hati dan memukau mata. Kita dapat menyewa kapal untuk berkeliling danau, bisa juga bersepeda air, atau bermain banana boat. Tarif masuk area wisata Danau Singkarak IDR 15rb/mobil.

Puas menikmati pemandangan, kami berniat menuju Puskul Maknyus di Anai Resort & Golf yang menurut Pak Bondan Winarno wajib dicoba. Tapi pas sampai di lokasi kok ya sepi2 ajah gitu, cuma ada 1 mobil parkir, restonya kayak tidak beroperasi gitu, tidak ada pengunjung, tidak tampak pegawainya juga. Kok aneh sih? Padahal pas tanya satpam dekat situ dibilang buka restonya. Akhirnya karena meragukan, kita batalkan niat lunch disitu dan mencari tempat makan lain diluar Resort Lembah Anai.

Selesai lunch masih jam 2 siang, artinya masih lama menuju waktu take-off pk 19.25. Walhasil kami mampir ke Mal Basko di Kota Padang. Satu-satunya Mal 3 lantai termewah yang ada di Padang, lokasinya satu komplek dengan Hotel Basko. Isinya Foodmart, Matahari Deptstore, dan toko2 lainnya. Muter2 1jam disitu, baru kami meneruskan perjalanan menuju Bandara Internasional Minangkabau, memakan waktu tempuh +/- 1jam. Sekitar pk 17.00 kita check-in pesawat dan masukin bagasi, lalu pk 19.25 kami take-off menuju Jakarta dengan maskapai Citilink.

Komen tentang Kota Padang & Bukittinggi:

orang Padang itu kesadaran untuk tertib berlalu-lintas sangat kurang, kendaraan apapun seliweran seenaknya di jalan, hak pejalan kaki terlebih saat mau nyebrang jalan tidak diindahkan oleh pengendara mobil,dll. Tempat wisata di Sumatera Barat banyak, tapi kurang terawat. Jadi banyak objek wisata yang terlihat biasa saja dan kurang menarik, padahal memiliki potensi wisata besar loh. Kesan aku sebagai wisatawan adalah penasaran  pada awalnya, tapi tidak mau berkunjung (berwisata) lagi untuk kedua kali dan seterusnya. Lain halnya dengan Kota Bukittinggi, saya masih mungkin mau kembali berwisata kesana karena hawanya yang dingin dan dekat dengan beberapa objek wisata alam.

Fakta mengenai Kota Padang: suhu udara jauh lebih panas daripada Jakarta. Langit baru gelap / sunset sekitar pukul 7 malam. Toko2 sudah tutup setelah Maghrib.

Fakta mengenai Kota Bukittinggi: suhu udara jauh lebih dingin daripada Kota Lembang, Bandung. Langit baru gelap / sunset sekitar pukul 7 malam. Toko2 sudah tutup setelah Maghrib.

Previous Older Entries